Minggu, 17 November 2013

sekilas-tentang-amniote-bagian-3-T-REC semarang-komunitas-reptil-semarang



sekilas tentang amniote ( bagian 3 )


sekilas-tentang-amniote-bagian-3-T-REC semarang-komunitas-reptil-semarang

T-REC  semarang-komunitas reptile semarang
Sumber asal berbahasa asing, dengan link di bawah ini : 






Deskripsi

Amniota dapat dicirikan sebagian oleh perkembangan embrio yang mencakup pembentukan beberapa membran luas, amnion, korion, dan allantois. Amniota berkembang langsung ke (biasanya) bentuk terestrial dengan kaki dan epitel berlapis tebal . Di  Amniota, transisi dari dua-lapis periderm  untuk cornified epitel  dipicu oleh hormon tiroid selama perkembangan embrio, daripada metamorfosis .  Fitur embrio unik Amniota mungkin mencerminkan spesialisasi telur untuk bertahan hidup di lingkungan yang lebih kering,. Atau ukuran besar dan isi kuning telur mungkin telah berevolusi untuk memungkinkan pengembangan langsung dari embrio untuk ukuran yang lebih besar.

teks asli :



Description

Amniotes can be characterized in part by embryonic development that includes the formation of several extensive membranes, the amnion, chorion, and allantois. Amniotes develop directly into a (typically) terrestrial form with limbs and a thick stratified epithelium, rather than first entering a feeding larval tadpole stage followed by metamorphosis as in amphibians. In amniotes, the transition from a two-layered periderm to cornified epithelium is triggered by thyroid hormone during embryonic development, rather than metamorphosis. The unique embryonic features of amniotes may reflect specializations of eggs to survive drier environments; or the massive size and yolk content of eggs may have evolved to allow direct development of the embryo to a larger size.



Anatomy of an amniotic egg
1. Eggshell
2. Outer membrane
3. Inner membrane
4. Chalaza
5. Exterior albumen (outer thin albumen)
6. Middle albumen (inner thick albumen)
7. Vitelline membrane
8. Nucleus of Pander
9. Germinal disk (blastoderm)
10. Yellow yolk
11. White yolk
12. Internal albumen
13. Chalaza
14. Air cell
15. Cuticula